Malu sebagian dari iman
حد يث ابن رضى االله عنهما : ان رسول الله صلى الله عليه وسلم مر على
رجل من الانصاروهويعظ اخاه فى الحيا, فقل رسول الله عليه وسلم " دعه فان
الحياء من الايمان
Hadits Ibnu Umar r. a, bahwasannya Rasulullah SAW melewati seorang
laki-laki dari kaum anshar yang sedang menasihatisaudaranya karena malu. Maka
bersabdalah Rasulullah SAW: biarkan a karena bahwasannya malu itu sebagian dari
iman.
·
TAKHRIJ
Hadits ini di ambil dari kitab terjemahan lu’lual marjan hal 15
nomor hadits 22
Yang kemudian di dapati di dalam kamus jilid 1 hal 542 dengan kata
kunci حيا
dan di temukan
الحياء من ايمان
Shahih Bukhari : Bab Iman nomor hadits 24
Shahih Muslim : Bab iman nomot hadits 59
Hadist Shahih Bukhari
Halaman 13 jilid 1 hadits ke 24
حدثن عنه الله بن يوسف،قال: اخبرنا مالك بن انس، عن ابن شهاب، عن سالم
بن عنه الله، عن ابيه، ان رسول الله ص.م. مر على رجل من الانصاروهويعظ اخاه فى
الحيا, فقل رسول الله عليه وسلم " دعه فان الحياء من الايمان
“ meriwayatkan Abdullah bin Yusuf telah berkata, Malik bin
Annasmengkhabarkan dari Ibnu Shihab dari Salim bin Abdullah dari ayahnya,
bahwasannya Rasulullah saw lewat pda seorang anshar yang sedang memberi nasihat
saudaranya perihal pemalu. Alu Rasulullah saw berkata : “biarkanlah dia, karena
malu itu sebagian dari iman”.”
G. Melakukan kegiatan I’tibar sanad hadits
I.
I’tibar hadits
Adalah
melakukan penunjauan terhadap sanad sanad hadits untuk mengetahui pertemuan
antara periwayat yang satu dengan yang lainnya.
II.
Kegunaan I’tibar
Untuk
melihat secara jelas seluruh jalur sanad hadits yang di teliti, demikian juga
nama-nama periwayatanya dan metode periwayatan yang di gunakan oleh
masing-masing periwayat dan untuk mengetahui sanad hadits seluruhnya di lihat
dari ada atau tidaknya pendukung berupa periwayat yang berstatus ma’tabar atau
syahid
H. Skema I’tibar
berikut ini skema sanad sanad hadits yang di rujuk dari kamus mujam al
mufaros
|
رسول الله
|
|
اسخق بن يحيى
|
Sanad 5 Rawi
1
|
سالم بن عبد الله
|
Sanad 4 Rawi 2
|
ابن شهاب
|
Sanad 3
Rawi 3
|
لله بن يوسف عبد
|
Sanad 2 Rawi
4
|
ملك بن انس
|
Sanad 1 Rawi 5
Penelitian Sanad Hadits
Dalam penelitian sanad hadits, langkah yang dapat dilkukan dengan
menentukan nama lengkap rawi beserta guru dan muridnya, kemudian mencocokan
nama guru dan muridnya, apakah bersambung atau tidak
Penelitian sanad hadits berdasarkan pada adits sentral yang
dirwayatkan Bukhari adalah:
a)
Rawi
1 : Ishaq bin Yahya
b)
Rawi
2 : Salim bin Abdillah
c)
Rawi
3 : Ibnu Shihab
d)
Rawi
4 : Abdullah bin Yusuf
e)
Rawi
5 : Malik Ibnu Ansi
1.
Nama
lengkap: Ishaq bin Yahya
Nama Guru : Rasulullah, Salim bin Abdullah, Ismail
bin Abi Harits, Sulaiman al
a’mas
Nama Murid : Thariq bin Shihab, Qais bin Muslim, Sufyan
bin Sa’id
2.
Nama
Lengkap : Salim bin Abdullah
Nama Guru : Ishaq bin Yahya, Hasan bin
Dinar,Hammad bin Zaid
Nama Murid : Ibnu Shihab, Ibrahim bin Sa’id, Ishaq
bin Mansur
3.
Nama
Lengkap : Ibnu Shihab
Nama Guru : Salim bin Abullah, Husain bin Waqid,
Sulaiman bin bilal
Nama Murid : Abdullah bin Yusuf, Muhammad bin Ishaq,
Ja’far bin Muhammad
4.
Nama
Lengkap : Abdullah bin Yusuf
Nama Guru : Bakri bin Yahya, Ibnu Shihab, Imran
bin Khalid
Nama Murid : Malik ibnu Ans, Ishaq bin Musa, Husain
bin Ismail
5.
Nama
Lengkap : Malik ibnu Ans
Nama Guru : Abdullah bin Yusuf, Ishaq bin Idris,
Said bin Abi Waqos
Nama Murid : Muhammd bin Amri, said bin Sulaiman,
Jafar bin Abdul Anshar
I.
Hukum Hadits
Dalam Hadits ini, dapat di bagi
berdasarkan kualitas dan kuantitasnya. Hukum hadits riwayat Shahih Bukhori ini
sebagi berikut:
a.
Menurut
kualitasnya hadits ini termasuk shahih, dari segi ketersambungan sanad ini
bersambung, antara satu rawi dengan rawi lainnya. Ini di tandai dengan
pertemuan secara langsung antar guru dan muridnya. Dari kitab lulu’al marjan
hadits ini shahih
b.
Menurut
kuantitasnya hadits ini terkandng dalam hadits ahad yang mahsyur karena hadits
ini di riwayatkan oleh lebih dari dua orang perawi dan mencapai derajat
mutawatir.
J.
Makna Mufrodat
فىTermasuk “fa sababiyah (yang mengindikasikan sebab) artinya
seakan-akan pria tersebut sangat pemalu samapai tidak ingin meminta hak nya.
Karena itulah ia di ela oleh saudaranya. Rasulullah saw bersabda kepadanya دعهartinya
biarkan dia tetap berada dalam akhlaknya yang disunahkan itu, karena malu
sebagian dari iman. Jika sifat malu menghalangi seorang menuntut haknya, maka
dia akan di beri pahal esuai dengan hak yang ditinggalkannya itu. Ibnu Qutaibah
berkata “maksudnya, bahwa sifat malu dapat menghalangi dan menghindari seorang
untuk melakukan kemakiatan sebagaimana iman, seperti sesuatu dapat di beri nama
dengan lainnya yang menggantikan posisinya”.
K.
Syarah Hadits
Ada kemungkinan bahwa dua lafadz tersebut(menasihati dan
itaab(mencela) di sebutkan secara bersamaan daam satu hadits, akan tetapi
sebagian periwayat ada menyebutkan dan ada yang tidak. Hal tersebut dilakukan
dengan keyakinan bahwa salah satu dari dua lafadz tersebut dapat mewakili
lafadz yang lain.
Hadts ini merupakan dalil yang memperboehkan sesorang untuk
memiliki rasa malu, agar terhindar dari kemaksiatan dan mudharat yang muncul
jika sifat malu tidak dimiliki oeh seseorang