Jumat, 21 Desember 2012

tanyakan pada burung terbang
bagaimana pikirku melayang padamu
tanyakan pada bunga yang mekar
bagaimana hariku sepi tanpa senyummu

tanyakan pada rumput yang bergoyang
bagaimana tidurku terjaga dari mimpimu
tanyakan pada ombak di lautan
bagaimana rasaku padamu

pada burung....
pada bunga....
pada rumput...
pada ombak...
percaya akan cintaku

Aku saat kau tinggalkan

Tahukah cinta..
malam itu adalah kerikil- kerikil tajam yang melukai tubuhku
aku menatap kesenyapan yang ditinggalkanmu
air mataku bergulir dari keindahan pelupuk mataku

Bulanpun ikut pucat di balik dedaunan
bintangpun ikut sepi dan berkabut di kaca jendela
kabut itupun bergerak menyelimuti hatiku
sayup- sayup lagu duka jangkrik mengiringi deritaku..

Perlahan tubuhku jatuh bagai daun kering yang rontok dari rantingnya
aku kehilangan arah,
ingin ku lupakan semua namun...
semakin aku lari menjauh semakin kencang bayangnya mengejarku

Cinta..
rintihku bila rindu menghujam hati
ada rasanya harap menyelinap di dada
mungkin kiranya sukma kembali bersama,

Jumat, 14 Desember 2012

Saat ini

saat ini aku ingin 
sejenak bersamamu 
walau ku tau kau jauh dariku.. 

saat ini aku ingin 
memandang wajahmu 
yang ingin ku ingat selalu.. 

saat ini aku ingin 
kau tusuk mata hatiku 
dengan mata indahmu.. 

saat ini aku ingin 
senyum bahagiamu 
saat bersamaku.. 

saat ini aku ingin 
mendengar nyanyian rindumu 
saat kau jauh dariku .. 

saat ini aku ingin 
bahasa kalbumu yang berseru 
saat kau memujaku.. 

saat ini aku ingin 
menghilangkan rasa cemasku 
karna aku sayang kamu.. 

Rasa rindu menyiksa hatiku
Aku hanya bisa menyebut namamu
Tanpa bisa memandangmu
Kau begitu jauh, hingga tangan ini tak bisa menjamakmu
Bayangmu pun tak dapat ku sentuh,

Aku hanya bisa menanggis dalam hati menjerit dalam kebisuan
Lelah sudah aku menanti,
Ku ingin kau tau penderitaanku saat ini
Jangan kau biarkan aku menjumpai kematian
Dalam gerbang kerinduan

Namun...
Disaat kau begitu dekat hingga mata ini tak berkedip sedikitpun
Aku hanya bisa diam 1000 bahasa
Lidahku kaku bibirku tertutup
Tak satupun terucap
Aku terbuai dalam pesonamu
Ingin ku hancurkan perasaan ini
Perasaan dimana aku sangat merindukanmu
Perasaan yang sangat menyiksaku
kau tumbuh mekar di hatiku 
menaburkan wewangian seribu kembang 
menciptakan sebuah fatamorgana 

di tengah hiruk pikuk dunia yang kejam 
karena cintamulah aku tegar...

Tanya Rindu

Jantungku enatah mengapa terus tak menentu
Aku takut..
Atau ini firasat buruk yang terus mengintariku,

Binggung..
Setiap gerakku seperti tak ku tau untuk apa itu

Aku..
Di tengah malam menuju akhir waktu
Seperti ingin bertemu kamu
Berbincang habiskan waktu
Berkata menjelajahi masa yang lalu
Atau...
Aku sedang merindukanmu??

Jantungku entah mengapa terus menggebu
Aku rindu..
Atau ini hanya gejala biasa dari organ tubuhku

Kini, aku jadi ragu
Benarkah aku memang rindu

Atau...
Hariku yang menjemu
Jadikan ingin merasakan rindu
Kini otakku seperti membeku
Tak bisa aku menghapus pikiranku
Sebuah hipotesaku tentang rindu

Aku...
Sekali ini saja aku ingin tau
Seperti inikah rasa yang bernama rindu,

Kesepian Kalbu

Angin membelai hati
Yang dingin terasa sepi
Mungkin karena rindu ini
Yang tak menemui tepi

Hanya sinar lampu yang menerangi
Namun tetap gelap yang tersapa hati
Ia kini tak lagi di sisi
Menemani malam yang sunyi

Entah kemana harus ku cari
Kasih suci yang telah pergi
Mungkin hanya dalam mimpi
Hayalku terus meninggi

Disini masih ku menanti
Ditemani hati yang mati
Yang telah tersakiti
Oleh janji  yang terdustai

Kini siapa yang memelukku??
Mungkin hanya dingin yang membeku
Dan kini kalbuku tersendu, semakin terasa kaku..