Tahukah cinta..
malam itu adalah kerikil- kerikil tajam yang melukai tubuhku
aku menatap kesenyapan yang ditinggalkanmu
air mataku bergulir dari keindahan pelupuk mataku
Bulanpun ikut pucat di balik dedaunan
bintangpun ikut sepi dan berkabut di kaca jendela
kabut itupun bergerak menyelimuti hatiku
sayup- sayup lagu duka jangkrik mengiringi deritaku..
Perlahan tubuhku jatuh bagai daun kering yang rontok dari rantingnya
aku kehilangan arah,
ingin ku lupakan semua namun...
semakin aku lari menjauh semakin kencang bayangnya mengejarku
Cinta..
rintihku bila rindu menghujam hati
ada rasanya harap menyelinap di dada
mungkin kiranya sukma kembali bersama,
malam itu adalah kerikil- kerikil tajam yang melukai tubuhku
aku menatap kesenyapan yang ditinggalkanmu
air mataku bergulir dari keindahan pelupuk mataku
Bulanpun ikut pucat di balik dedaunan
bintangpun ikut sepi dan berkabut di kaca jendela
kabut itupun bergerak menyelimuti hatiku
sayup- sayup lagu duka jangkrik mengiringi deritaku..
Perlahan tubuhku jatuh bagai daun kering yang rontok dari rantingnya
aku kehilangan arah,
ingin ku lupakan semua namun...
semakin aku lari menjauh semakin kencang bayangnya mengejarku
Cinta..
rintihku bila rindu menghujam hati
ada rasanya harap menyelinap di dada
mungkin kiranya sukma kembali bersama,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar